Kendalikan Kenaikan Harga Gula Pasir, Pemkab Garut Gelar OPM
Harga gula pasir di Garut saat ini terbilang tinggi sehingga banyak dikeluhkan masyarakat. Untuk mengantisipasinya, Pemkab Garut telah melakukan berbagai upaya, salah satunya menggelar operasi psar murah (OPM) di sejumlah pasar tradisional.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Nia Gania, membenarkan jika saat ini harga gula pasir di Garut mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan sempat terjadinya kekurangan pasokan gula pasir yang secara otomatis berpengaruh terhadap kenaikan harga.
"Ada keluhan masyarakat terkait kenaikan yang terjadi pada harga gula pasir. Makanya kita berupaya mengendalikan harganya salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah," ujar Gania, Rabu (17/6/2020).
Uji coba pelaksanaan operasi pasar murah menurut Gania saat ini sudah mulai dilaksanakan. Operasi pasar murah dilaksanakan di tiga pasar tradisional yang mewakili tiga wilayah yakni utara, tengah atau perkotaan, dan selatan.
Disampaikannya, untuk wilayah utara, operasi pasar murah dilaksanakan di Pasar Limbangan. Sedangkan untuk wilayah tengah atau perkotaan dilaksanakan di Pasar Bayongbong, serta untuk wilayah selatan dilaksanakan di Pasar Pameungpeuk.
"Untuk tahap uji coba ini, kita siapkan sebanayk 50 ton gula pasir yang akan kita jual melalui kegiatan operasi pasar murah," katanya.
Gania menyebutkan, gula pasir yang disiapkan sebanyak 50 ton itu dijual murah dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Harga tersebut tentu jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang sempat mencapai Rp 18 ribu per kilogram.
Gula pasir yang dijual melalui kegiata operasai pasar murah itu, tambahnya, merupakan gula dalam negeri dengan kualitas bagus. Dipastikan dengan kegiatan operasi pasar murah itu akan mampu mengendalikan harga gula pasir di pasaran.
Ketika ditanya kemungkinan dilaksanakan kegiatan operasi pasar murah untuk bahan kebutuhan pokok masyrakat yang lainnya seperti beras dan telur, Gania menegaskan sampai saat ini belum ada rencana untuk itu. Hal ini dikarenakan harga beras dan telur sampai saat ini masih terbilang stabil apalagi sudah terbantu dengan adanya pasokan dari Bulog.
"Kami rasa untuk beras dan telur, saat ini belum diperlukan adanya operasi pasar murah. Pasokannya masih normal untuk beras dan telur sehingga ketersediaannya masih aman," ucap Gania.
Read more »
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Garut, Nia Gania, membenarkan jika saat ini harga gula pasir di Garut mengalami kenaikan. Hal ini disebabkan sempat terjadinya kekurangan pasokan gula pasir yang secara otomatis berpengaruh terhadap kenaikan harga.
"Ada keluhan masyarakat terkait kenaikan yang terjadi pada harga gula pasir. Makanya kita berupaya mengendalikan harganya salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah," ujar Gania, Rabu (17/6/2020).
Uji coba pelaksanaan operasi pasar murah menurut Gania saat ini sudah mulai dilaksanakan. Operasi pasar murah dilaksanakan di tiga pasar tradisional yang mewakili tiga wilayah yakni utara, tengah atau perkotaan, dan selatan.
Disampaikannya, untuk wilayah utara, operasi pasar murah dilaksanakan di Pasar Limbangan. Sedangkan untuk wilayah tengah atau perkotaan dilaksanakan di Pasar Bayongbong, serta untuk wilayah selatan dilaksanakan di Pasar Pameungpeuk.
"Untuk tahap uji coba ini, kita siapkan sebanayk 50 ton gula pasir yang akan kita jual melalui kegiatan operasi pasar murah," katanya.
Gania menyebutkan, gula pasir yang disiapkan sebanyak 50 ton itu dijual murah dengan harga Rp 12.500 per kilogram. Harga tersebut tentu jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran yang sempat mencapai Rp 18 ribu per kilogram.
Gula pasir yang dijual melalui kegiata operasai pasar murah itu, tambahnya, merupakan gula dalam negeri dengan kualitas bagus. Dipastikan dengan kegiatan operasi pasar murah itu akan mampu mengendalikan harga gula pasir di pasaran.
Ketika ditanya kemungkinan dilaksanakan kegiatan operasi pasar murah untuk bahan kebutuhan pokok masyrakat yang lainnya seperti beras dan telur, Gania menegaskan sampai saat ini belum ada rencana untuk itu. Hal ini dikarenakan harga beras dan telur sampai saat ini masih terbilang stabil apalagi sudah terbantu dengan adanya pasokan dari Bulog.
"Kami rasa untuk beras dan telur, saat ini belum diperlukan adanya operasi pasar murah. Pasokannya masih normal untuk beras dan telur sehingga ketersediaannya masih aman," ucap Gania.
By
Labels: garut
Labels: garut